« »

Translate

Sabtu, 18 Agustus 2012

Ada 3 Proklamasi di Indonesia


Proklamasi 17 Agustus 1945
Pagi itu di jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, sudah dipenuhi dengan orang-orang yang berharap peristiwa besar akan terjadi. Jumat, 17 Agustus 1945, halaman rumah di jalan Pegangsaan Timur no.56 menjadi tempat berkumpulnya para pemuda. Sebuah tiang menjadi tatapan dan mereka berharap mimpinya akan berkibar di ujung tiang itu.

Seseorang memasuki halaman, lalu menuju ke dalam rumah. Sejenak ia mendapatkan keheningan, waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Lalu ia memasuki sebuah kamar dan mendapatinya sedang tertidur pulas. Pelan-pelan ia mengusap kaki seseorang yang terlihat lelah. Lelaki itu baru pulang pagi tadi dari Rengasdengklok.

Lelaki itu terbangun dan memandangnya. Senyumnya begitu lemah, terucap kata, “pating greges.” Tamu yang disapanya memberikan obat, setelah memeriksa ada panas di tubuh lelaki yang dibangunkannya.

Dialah seorang dokter bernama dr. R. Soeharto, dan lelaki yang mengatakan dirinya tak enak badan itu adalah Soekarno. Lalu atas persetujuan Soekarno, sang dokter memberinya sebuah suntikan chinine-urethan intramusculair. Lalu Soekarno melanjutkan tidurnya sejenak.

Pukul 9.30 pagi, Soekarno terbangun, tubuhnya terlihat lebih sehat. Ketika berjumpa dengan sang dokter, ia meminta agar Hatta segera dipanggil untuk datang.

Dengan berpakaian rapi, mengenakan pakaian serba putih (celana lena putih dan kemeja putih) dengan potongan yang saat itu popular disebut sebagai “kemeja pimpinan” dengan bersaku empat, Soekarno menyambut Hatta dan segera menuju halaman depan rumahnya. Sebuah teks Proklamasi dibacakan.

Inilah sebuah pernyataan kemerdekaan yang sebelumnya di dalam pidatonya Soekarno ada mengatakan “…sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan tanah air di tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib di tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya…”

Puncak perjuangan yang pada akhirnya harus keluar dari mulut Soekarno, sebuah bukti sejarah bahwa ia memang layak mengambil posisi untuk menyatakan itu. Karena sebelum Proklamasi ini terjadi, sebelumnya juga sudah dibacakan dua proklamasi yaitu Proklamasi Gorontalo 23 Januari 1942 dan Proklamasi Cirebon 15 Agustus 1945. Namun kedua Proklamasi ini tidak diakui sebagai buah pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia dalam arti sebagai hari peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Proklamasi Gorontalo 23 Januari 1942
Kekalahan Belanda oleh Jepang, pada Perang di Laut Jawa, membuatnya menjadi gelap mata. Gorontalo dibumi hanguskan yang dimulai pada tanggal 28 Desember 1941. Adalah seorang pemuda bernama Nani Wartabone (saat itu berumur 35 tahun) memimpin perjuangan rakyat Gorontalo dengan menangkapi para pejabat Belanda yang masih ada di Gorontalo.

Bergerak dari kampung-kampung di pinggiran kota Gorontalo seperti Suwawa, Kabila dan Tamalate, mereka bergerak mengepung kota Gorontalo. Hingga akhirnya Komandan Detasemen Veld Politie WC Romer dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo menyerah takluk pada pukul 5 subuh.

Dengan sebuah keyakinan yang tinggi, pada pukul 10 pagi Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman Kantor Pos Gorontalo. Dan dihadapan massa yang berkumpul, ia berkata :

“Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.”

Selanjutnya Nani Wartabone mengumpulkan rakyat dalam sebuah rapat akbar (layaknya peristiwa lapangan Ikada) di Tanah Lapang Besar Gorontalo untuk menegaskan kembali kemerdekaan yang sudah diproklamasikan.

Namun sayangnya ketika Jepang mendarat di Gorontalo, 26 Februari 1942, Jepang melarang pengibaran bendera Merah Putih dan memaksa rakyat Gorontalo untuk takluk tanpas syarat kepada Jepang.

Kisah Nani Wartabone terlalu panjang untuk diungkapan, walau ia di masa Jepang mengalami patah semangat ketika Jepang tak mau diajak berkompromi hingga akhirnya ia kembali ke kampung halamannya di Suwawa dan hidup sebagai petani.

Saat kekalahan Jepang oleh Sekutu, Jepang bersikap lain. Sang Saka Merah Putih diijinkan berkibar di Gorontalo dan Jepang menyerahkan pemerintahan Gorontalo kepada Nani Wartabone pada tanggal 16 Agustus 1945. Sementara rakyat Gorontalo baru mengetahui telah terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 1945.

Nani Wartabone memimpin Gorontalo untuk masa-masa kelam berikutnya, menghadapi pasukan Belanda yang membonceng Sekutu. Dalam sebuah perundingan di sebuah kapal perang sekutu pada tanggal 30 November 1945, Belanda menangkap dan menawannya. Ia dibawa ke Manado dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas tuduhan makar pada tanggal 23 Januari 1942 yaitu Proklamasi yang dibacakannya.

Namun di waktu yang berjalan, kekalahan sekutu mengubah nasibnya kelak. Ia kembali ke Gorontalo pada tanggal 2 Februari 1950. Nani Wartabone pada tanggal 6 April 1950 menolak RIS dan memilih bergabung dengan NKRI. Untuk beberapa waktu ia dipercaya sebagai kepala pemerintahan di Gorontalo, hingga Penjabat Kepala Daerah Sulawesi Utara, dan anggota DPRD Sulawesi Utara. Selanjutnya ia memilih untuk kembali tinggal dan bertani di desanya di Suwawa.

Tapi itu juga tak berlangsung lama. Letkol Ventje Sumual dan kawan-kawannya memproklamasikan pemerintahan PRRI/PERMESTA di Manado pada bulan Maret 1957. Ia terpanggil kembali untuk melawan. Namun perlawanan tak seimbang, karena pasukan Nani Wartabone kekurangan persenjataan, hingga mereka memilih untuk bergerilya di dalam hutan, sekedar menghindar dari sergapan tentara PRRI/PERMESTA.

Pada bulan Ramadhan 1958 datanglah bantuan pasukan tentara dari Batalyon 512 Brawijaya yang dipimpin oleh Kapten Acub Zaenal dan pasukan dari Detasemen 1 Batalyon 715 Hasanuddin yang dipimpin oleh Kapten Piola Isa. Bersama pasukan-pasukan dari pusat inilah mereka berhasil merebut kembali pemerintahan di Gorontalo dari tangan PRRI/PERMESTA pada pertengahan Juni 1958.

Proklamasi Cirebon 16 Agustus 1945
Kekalahan Jepang tinggal menghitung hari saja, setelah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Namun karena Jakarta tidak termasuk jalur perang Jepang dengan Sekutu, maka yang terlihat kekuatan bala tentara Jepang masih utuh.

Suasana Jakarta tetap mencekam bagi para kelompok pergerakan. Ada 4 kelompok illegal menurut Maroeto Nitimihardjo yang tampak saat itu, yaitu kelompok Soekarni, Kelompok Sjahrir, Kelompok Mahasiswa dan Kelompk Kaigun.

Kelompok-kelompok itu mendengar Sjahrir meminta Soekarno dan Hatta untuk mempercepat pernyataan Proklamasi sekembalinya Soekarno dan Hatta dari perundingan di Dalat, Saigon dengan Marsekal Terauchi, wakil kaisar Jepang. Namun Soekarno masih menunggu kepastian dari Laksmana Maeda tentang hal kekalahan Jepang tersebut

Hal ini membuat kelompok-kelompok illegal itu marah dikarenakan mereka melihat keraguan Sjahrir selama ini untuk menjalankan kesepakatan bahwa Sjahrirlah yang harus siap memimpin kemerdekaan dikarenakan ia bersih dari pengaruh Jepang. Hingga membuat kelompok-kelompok illegal ini, tidak termasuk Sjahrir bergerak cepat.

Terjadi beberapa pertemuan antara lain di Jalan Cikini Raya 71, di Lembaga Ecykman dan di Laboratorium Mikrobiologi (di samping pasar Cikini). Wikana dan dr. Darwis ditugaskan untuk mendesak langsung Soekarno-Hatta (tanpa perantara Sjahrir) untuk memproklamirkan kemerdekaan yang berujung dengan “penculikan” atau membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Gerak cepat yang tak ragu-ragu ini akhirnya melahirkan sebuah peristiwa di pagi hari di tanggal 17 Agutus 1945 sebagai hari kemerdekaan.

Di waktu yang berjalan cepat dalam ketidak pastian peristiwa, seorang bernama dr.Soedarsono (ayah dari Juwono Soedarsono) datang bertemu Maroeto Nitimihardjo (seperti pengakuannnya di buku berjudul “Ayahku Maroeto Nitimihardjo Mengungkap Rahasia Gerakan Kemerdekaan” karangan Hadidjojo, anak Maroeto) di sebuah ‘pengungsian’ bagi istri dan anaknya yaitu di desa Perapatan, sebelah barat Palimanan, 30 km jauhnya dari Cirebon tempat dr.Soedarsono berasal. Dr.Soedarsono meminta teks Proklamasi yang dibuat Sjahrir yang katanya dititipkan pada Maroeto. Namun Maroeto menyatakan tidak ada.

Hingga dr.Soedarsono menjadi berang dan berkata, “Saya sudah bersepeda 60 kilometer hanya untuk mendengar, Sjahrir tidak berbuat apa-apa. Katakan kepada Sjahrir, saya akan membuat proklamasi di Cirebon.”

Dan akhirnya terkabarlah bahwa Proklamasi itu dibuat dan dibacakan oleh dr.Soedarsono pada pagi hari tanggal 16 Agustus 1945 di alun-alun Cirebon yang dihadiri sekitar 150 orang. Sehari sebelum Soekarno membacakan Proklamasi di penggangsaan Timur 56 Jakarta.

Namun kisah yang dipaparkan Maroeto berbeda dengan kisah yang diungkap oleh Des Alwi, anak angkat Sjahrir. Menurutnya, teks proklamasi yang dibacakan Soedarsono adalah hasil karya Sjahrir dan aktivis gerakan bawah tanah lainnya yang melibatkan Soekarni, Chaerul Saleh, Eri Sudewo, Johan Nur, dan Abu Bakar Lubis. Penyusunan teks dilakukan di Asrama Prapatan Nomor 10, Jakarta, pada 13 Agustus 1945.

Ada sebaris teks proklamasi yang diingat oleh Des Alwi yaitu : “Kami bangsa Indonesia dengan ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia karena kami tak mau dijajah dengan siapa pun juga.
readmore »»  

Jalan Raya Terlebar Di Dunia

9 de Julio Avenue (atau Avenida 9 de Julio, dalam bahasa setempat) di pusat kota Buenos Aires, Argentina, bukan hanya jalan raya biasa.Ada 9 jalur lebar, dengan median taman antara arus lalu lintas yang berlawanan, ini adalah jalan terluas di dunia. Hanya mereka dengan kecepatan yang lebih dan kaki panjang akan beruntung sampai ke sisi lain sebelum lampu lalu lintas di persimpangan berubah merah. Seorang pejalan kaki menyeberang jalan ini biasanya memerlukan beberapa menit tambahan dan rotasi lalu lintas 2-3 pergantian lampu merah. 9 de Julio Avenue adalah hanya 1 km panjang tetapi lebarnya 110 meter !.
 

Lebar jalan yang tidak biasa karena mencakup blok seluruh kota, jarak antara dua jalan dalam pola kotak-kotak yang digunakan di Buenos Aires. Jalan berjalan di sebelah barat pantai Río de la Plata, dari distrik Retiro di utara ke stasiun Constitucion di selatan. jalan ini memiliki hingga tujuh jalur di setiap arah dan diapit di kedua sisinya oleh jalan-jalan paralel dari dua jalur masing-masing.

Arus lalu lintas di jalan ini jauh di kedua arah dan menghubungkan bagian-bagian unik dari metropolis. Beberapa landmark utama Buenos Aires 'dapat dilihat di sepanjang jalan;yang paling menonjol, Obelisk, yang berada di tengah-tengah 9 de Julio, Kedutaan Besar Perancis , patung Don Quixote, Colon Teatro dan bangunan mantan Menteri Komunikasi - bangunan yang berada di jalan itu sendiri di persimpangan jalan dengan Moreno.
Jalan pertama kali direncanakan pada 1888, dengan nama Ayohuma, tetapi proyek pembangunan jalan ini sudah lama ditentang oleh pemilik tanah yang terkena dampak penggusuran, sehingga pekerjaan proyek molor dikerjakan sampai tahun 1935. Bahkan pemerintah Perancis menolak untuk menyerahkan gedung kedutaannya untuk dibongkar, dan preservationists lokal menentang langkah itu juga, karena bangunan secara luas dipuji sebagai suatu maha karya arsitektur. Tahap awal diresmikan pada tanggal 9 Juli 1937 dan bentangan utama dari jalan selesai pada 1960-an. Koneksi selatan diselesaikan setelah tahun 1980, ketika bagian pusat kota dari sistem kondisi jalan tol selesai. Kliring hak untuk persimpangan ini mendapat kecaman besar di daerah Constitucion.

readmore »»  

10 Spesies Burung Dengan Dengan Sistem Pertahanan Diri Yang Menakjubkan

Sebagian besar dari sepuluh ribu spesies burung mampu terbang, dan kemampuan ini merupakan salah satu cara mereka untuk lolos dari bahaya. namun tahukah anda bahwa beberapa spesies burung mengembangkan cara pertahanan diri yang unik dan menakjubkan disamping kemampuan terbangnya ? Seperti burung yang bisa mendesis, burung yang mampu melakukan kamuflase secanggih bunglon, bahkan ada spesies burung yang bisa bersandiwara seolah-olah dia terluka hanya untuk mengamankan anak-anaknya.. 


1.Burung Hantu Putih Afrika

Burung hantu kecil ini sedikit diketahui oleh publik setelah baru-baru ini ketika acara TV Jepang menampilkan metode pertahanannya yang luar biasa. Jika didekati oleh musuh kecil burung ini akan mendesis untuk membuat dirinya terlihat lebih besar dan ganas, ini adalah metode defensif umum di antara burung hantu dan tampaknya cukup untuk menakuti musuhnya. Namun, ketika berhadapan dengan musuh yang lebih besar dan lebih kuat, burung hantu ini tidak mencoba untuk mengintimidasinya dengan cara itu, melainkan meratakan bulu dan menyipitkan mata sehingga matanya hampir tidak terlihat oleh predator. Dengan tetap bergerak burung ini melakukan sesuatu untuk menyerupai tunggul pohon atau cabang tumbuhan, seperti Potoo, melarikan diri dari perhatian pemangsa lebih besar.


2. Potoo
Sering ditemukan di Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan, burung ini adalah pemangsa nokturnal yang aneh juga dikenal sebagai “Ghost Bird”, karena kamuflase luar biasa mereka. Potoo memakan serangga, hewan terbang kecil seperti kelelawar dan burung kecil. Di siang hari potoo bertengger di pohon dan tetap benar-benar bergerak dan meniru tunggul pohon mati atau seperti tunggul yang patah. Bulunya menyerupai kulit kayu dan kelopak mata memiliki celah yang memungkinkannya untuk melihat bahkan ketika mata tertutup. Potoo biasanya akan tetap bergerak bahkan ketika didekati oleh hewan lain (atau manusia) dan mereka hanya terbang ketika mereka merasa bahwa penyamaran mereka telah diketahui. Kamuflase ini begitu baik, namun, mereka hampir tidak pernah ditemukan dan mereka hampir tidak memiliki predator. Hal ini juga membuat Potoo sangat sulit untuk kita amati. Pada malam hari Potoo hanya dapat ditemukan karena matanya memantulkan cahaya, bersinar seperti mata kucing dan burung hantu.


3. Hoatzin
Ditemukan di hutan hujan di Amerika Selatan, Hoatzin pernah diyakini menjadi “fosil hidup”. Hal ini tergambar dalam banyak hal misalnya, ia makan pada daun pohon, diet yang sangat aneh untuk seekor burung dan fermentasi menggunakan bakteri untuk mencerna makanannya, seperti sapi. Karena ini, Hoatzin memiliki bau yang sangat menyengat seperti pupuk kandang. Tetapi bau mengerikan Hoatzin bukanlah alasan mengapa dia termasuk dalam daftar ini. Hoatzin biasanya membangun sarang mereka di cabang-cabang pohon yang menggantung di atas air. Ketika terganggu atau terancam oleh pemangsa, maka anak Hoatzin melompat ke dalam air untuk melarikan diri. Mereka adalah perenang dan penyelam yang sangat baik dan ketika bahaya telah berlalu, mereka dapat memanjat pohon dan kembali ke sarang. Untuk melakukan hal ini, anak Hoatzin memiliki 2 cakar pada masing-masing sayapnya, mengingatkan kita pada orang-orang dari Archaeopteryx dan yang berbulu lainnya, lebih tepatnya dinosaurus mirip burung. Hanya Hoatzin muda yang memiliki cakar tersebut, mereka menghilang dan dapat menghindari predator dengan terbang. Hoatzin telah menjadi objek perdebatan di kalangan ilmuwan sejak penemuannya pada tahun 1776.


4. Hooded Pitohui

Hooded Pitohui ditemukan di New Guinea, pertahanan mereka terhadap pemangsa yang walaupun sederhana tapi menakjubkan adalah mereka beracun. Pitohui memakan beberapa jenis kumbang yang mengandung neurotoxin kuat dan mengandung alkaloid yang dikenal sebagai batrachotoxin (racun yang juga ditemukan pada kulit dari racun katak panah Amerika Selatan). Dengan makan kumbang, burung-burung menjadi beracun, toksin mereka terdapat pada bulu mereka sendiri dan kulit. Mereka benar-benar dikenal oleh penduduk setempat sebagai “burung sampah”, karena toksisitas mereka membuat mereka tidak mungkin untuk dimakan kecuali kulit dan bulu mereka dicabut. Menyentuh Hooded Pitohuis dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan, kulit terbakar dan bersin (seperti yang dilaporkan oleh para ilmuwan yang menangani makhluk itu), sedangkan memakan mereka mungkin akan jauh lebih berbahaya. Untuk memperingatkan sifat toksisitasnya, burung ini memiliki warna terang oranye dan warna hitam yang memungkinkan calon predator untuk mengenalinya. Dan diyakini bahwa Hooded Pitohuis dapat menggosok toksin pada telur dan anaknya untuk melindungi mereka dari predator.

5. Burung Hantu Ferruginous Pygmy

Meskipun burung hantu biasanya dikenal memangsa tikus dan binatang pengerat lainnya, ternyata mereka juga berburu sesama burung hantu dan burung paling kecil biasanya takut kepada burung hantu, ketika mereka melihat burung hantu pada siang hari (ketika burung hantu cenderung kurang mau melakukan serangan kejutan), mereka berebut untuk mengganggu untuk mendorongnya pergi. Perilaku ini dikenal sebagai “Mobbing”. Burung hantu ini adalah pemburu burung terampil, mengambil mangsa sampai dua kali ukuran mereka sendiri, dan karena itu mereka dikhawatirkan oleh semua burung kecil lainnya di wilayah mereka. Tentu hal ini sangat berbahaya untuk spesies yang lebih kecil seperti Ferruginous Pygmy Owl. Untuk melindungi diri dari mobbing, burung ini memiliki 2 bintik di bagian belakang kepalanya yang menyerupai mata. Ini cukup untuk menghalangi burung paling kecil, karena mereka biasanya tidak akan menyerang burung hantu yang melihat arah mereka. Jika menghadapai burung yang lebih besar, pasrah mungkin lebih baik.


6. Eurasian Cuckoo
The Eurasia Cuckoo dikenal sebagai burung yang sering meletakkan telur-telurnya pada sarang burung lain. Ketika si anak lahir, ia menghancurkan telur burung penghuni sarang sebenarnya, sehingga menghilangkan setiap pesaing dan cepat berkembang dibandingkan dengan anak dari orang tua angkatnya. Untuk melindungi diri dari ancaman, Cuckoo wanita telah mengembangkan suatu penampilan yang sangat mengingatkan kita pada sebuah Hawk Sparrow, sebuah raptor yang memakan burung kecil. Dan ditunjang dengan kemiripan keduanya. Dengan menyamar sebagai Hawk Sparrow, Cuckoo bisa menakut-nakuti burung-burung lain supaya menjauh dari sarang mereka. Selama Hawk Sparrow palsu ada di situ, burung-burung lain tidak akan berani kembali ke sarang mereka dan Cuckoo bisa bertelur tanpa masalah. Ada beberapa spesies lain yang meniru cara Cuckoo namun tidak hanya meniru elang, seperti Hawk-Cuckoo di Asia Selatan yang meniru jenis burung pipit lokal, sampai ke gaya terbang dan bahkan cara bertenggernya.


7. Burung Hantu Penggali
Burrowing Owl ditemukan di padang rumput dan gurun dari Kanada ke Patagonia. Mereka bersarang di liang dan sering menggunakan liang yang sudah ditinggalkan hewan lain, namun jika mereka tidak dapat menemukan liang kosong, mereka juga dapat menggali lubang sendiri. Anak Burrowing Owl sering ditinggalkan sendirian dalam liang dan harus berburu sendiri. Selama waktu ini, si anak rentan terhadap predator seperti rubah, anjing hutan, musang dan kucing rumah.

Dalam rangka membuat musuh pergi, membenamkan anak Burrowing Owl telah mengembangkan proses mimikri. Ketika mereka merasa terancam (misalnya, jika hewan mulai menggali di pintu masuk liang), si anak menghasilkan panggilan mendesis yang mirip ular saat memperingatkan musuhnya. Karena viper yang sangat berbisa diketahui sering bersembunyi di dalam liang, predator sebagian besar (termasuk manusia), lebih memilih untuk melarikan diri segera setelah mereka mendengarnya. Mekanisme pertahanan mereka adalah salah satu yang paling efisien di antara burung, tetapi memiliki titik lemah, tidak ada gunanya melawan ular derik yang sebenarnya. Hal ini tentu tidak dapat menipu mereka dan faktanya ular derik memang menderita tuli.


8. Killdeer
Killdeer adalah burung yang agak berisik dan sering ditemukan di Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko. Mereka bersarang di tanah sehingga telur dan anakannya sangat rentan terhadap predator. Untuk melindungi sarang mereka, killdeer dewasa telah mengembangkan teknik pintar, ketika predator tanah seperti rubah, kucing atau anjing mendekati sarang, burung dewasa akan bergerak menjauh dari sarang, menyeret salah satu sayapnya seolah-olah itu sudah rusak dan pura-pura mencari bantuan.

Kebanyakan predator akan mengejar si dewasa yang tampaknya tak berdaya, kemudian tanpa disadari si pemangsa telah jauh dari sarang. Setalah merasa aman si dewasa pun segera terbang. Sedangkan untuk anak killdeer, mereka akan kabur ketika si pemangsa dialihkan perhatiannya oleh si dewasa.


9. Hoopoe
Ditemukan di Afrika, Eropa, Asia dan baru-baru ini terpilih sebagai burung nasional Israel. Hoopoes memiliki kelenjar khusus di dekat anus, yang menghasilkan zat berbau busuk. Burung itu menggosok zat ini pada bulu-bulunya, yang akan meliputi seluruh tubuh dengan bau yang mirip dengan daging busuk. Tidak banyak predator tertarik untuk memakan burung yang berbau busuk. Zat ini memiliki 2 fungsi, ia bertindak sebagai pembasmi parasit dan sebagai agen antibakteri dan melindungi burung dari berbagai penyakit. Menariknya, hoopoes dewasa memproduksi cairan ini hanya ketika mengerami telur-telurnya, setelah anaknya meninggalkan sarang, ia pun berhenti memproduksi zat ini. Adapun hoopoe kecil, mereka memiliki metode pertahanan mereka sendiri, ketika terancam, mereka menyemprotkan kotorannya tepat ke wajah predator itu. Dan ini adalah teknik yang sangat efektif untuk mengusir pengunjung yang tidak diinginkan.


10. Fulmar
Fulmar adalah termasuk jenis burung laut. Fulmar berasal dari kata Norse, yang berarti “camar busuk”. Burung ini dikenal karena bau busuk mereka, tidak hanya bau busuk tubuhnya, bahkan telur mereka juga berbau. Kulit telur Fulmar yang bertempat di salah satu museum koleksi masih mengeluarkan bau setelah 100 tahun tahun disimpan. Tidak dapat terbang atau melarikan diri dari bahaya, anak fulmar mengembangkan mekanisme pertahanan yang menakjubkan.

Ketika terancam, mereka memuntahkan semacam cairan minyak berwarna jingga cerah yang tidak hanya berbau buruk, tetapi juga menempel bulu pemangsa. Minyak ini membuat bulu burung pemangsa menjadi kusut, sehingga kehilangan sifat isolasi mereka dan tenggelam jika terendam air. Hal ini membuat anak fulmar berbahaya bagi predator. Fulmar memiliki bulu yang “kebal” untuk minyak, ini sangat penting karena anak fulmar tidak hanya meludahi predator, tapi pada setiap binatang yang mendekati, termasuk induk mereka sendiri, mereka hanya mulai mengakui induk mereka ketika mereka berusia sekitar 3 minggu
 
readmore »»  

Hasil dari Pewarnaan Foto Hitam Putih Klasik Bersejarah

Seniman Swedia Sanna Dullaway telah mengambil sejumlah foto klasik hitam putih bersejarah yang sangat populer dan membuatnya lebih hidup dengan mengkomposisikan warna alami. Dullaway melakukannya untuk mempromosikan bisnisnya sebagai seorang ahli restorasi / pemulihan foto.

Hasil
foto yang menarik ini telah menarik perhatian media selama beberapa bulan terakhir dan menyebabkan banyak perdebatan.

"Pewarnaan yang SALAH
", teriak salah satu komentator di Huffington Post. "Ini bisa menciptakan kebohongan dengan memberlakukan interpretasi artistik pada gambar bersejarah. Seniman yang melakukan pewarnaan tidak ada di saat foto diambil jadi karena itu dia tidak bisa tahu apa warna aslinya, nuansa, dan kehalusan adalah "olok-olok lainnya bilang," Lincoln mengenakan mantel biru dengan rompi coklat.? Dan siapa yang merias Lincoln kala itu? seorang petugas pemakaman? "

Meski begitu banyak komentar pro dan kontra, foto asli dari momen bersejarah itu masih utuh dan tidak disentuh, jadi tidak seharusnya membuat orang marah.

Dan ini bukan pertama kali terjadi, foto hitam putih diberi warna, Manipulasi foto dan parodi foto terkenal sudah jutaan kali lahir di internet. Dan selama foto atau dokumen asli tidak hancur atau tidak berubah dalam proses ini, orang-orangseharusnya berhenti mengecam dan mengkritik hal - hal sepele.

readmore »»  

10 Fakta Menarik Tentang Komet Elenin (Komet Yg Diprediksi Akan Menghancurkan Bumi)

Salah satu berita yang sangat menghebohkan tahun 2011 adalah penemuan Komet Elenin (C/2010 X1).Untuk berbagai alasan, orang mulai berpikir komet ini bakal menimbulkan ancaman bagi Bumi. Banyak Artikel menulis tentang komet fenomenal Elenin.

Orang-orang penasaran dengan komet dan posisinya yang mendekati Bumi pada Oktober, 2011. Beberapa memprediksi Komet Elenin adalah tanda bahwa ramalan kiamat suku Maya memang akan terjadi.

Menanggapi kekhawatiran ini, NASA dipaksa untuk memberikan pernyataan2. Mereka mengatakan komet ini dimungkinkan tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Berikut adalah sepuluh fakta menarik tentang Comet Elenin.


10. Apakah Komet itu

Dalam sejarah kuno, komet secara tradisional dianggap sebagai pertanda buruk. Komet adalah Sistem tubuh kecil Solar (SSSB) yang akan menampilkan koma terlihat (Atmosphere tipis, berdebu, dan bersifat temporer) ketika dekat dengan Matahari.

Perbedaan utama antara asteroid dan komet adalah bahwa komet menunjukkan ekor. Asteroid juga diperkirakan memiliki asal yang berbeda dari komet, yang terbentuk di dalam orbit Jupiter bukan di luar Tata Surya.Hal ini memberikan sejarah orbit komet lebih penting.Ekor dari komet terbentuk ketika melintas dekat Matahari.Ekor ini umumnya terbuat dari es dan debu, dan dapat tumbuh menjadi sangat besar.

Pada Oktober 2007, komet 17P/Holmes dengan cepat memiliki atmosfer debu yang lebih besar dari Matahari. Diperkirakan bahwa komet ini bisa ditemukan setiap tahun yang dapat dilihat oleh mata manusia. Dalam beberapa kasus langka, Komet Besar dapat lebih terang daripada bintang di langit. Diperkirakan bahwa satu Komet Besar akan muncul setiap dekade.

Persyaratan untuk Komet Besar mencakup inti yang besar dan aktif, pendekatan yang dekat dengan Matahari, dan pendekatan yang dekat dengan Bumi. Pada tahun 1996, Komet Hyakutake, yang memiliki inti berukuran sama seperti Komet Elenin, melakukan pendekatan yang sangat dekat dengan Bumi.

Pesawat ruang angkasa Ulysses melintasi ekor Hyakutake di jarak lebih dari 500 juta kilometer (3,3 AU atau 3 × 108 mil) dari inti, menunjukkan bahwa Hyakutake memiliki ekor terpanjang daripada komet yang pernah ditemukan sebelumnya.


9. Penemuan Komet Elenin

Pada tanggal 10 Desember 2010, seorang astronom amatir bernama Rusia Leonid Elenin menemukan sebuah komet periode panjang di negara bagian New Mexico.

Obyek yang dekat dengan bumi diberi nama Elenin dan diperkirakan berdiameter 3-4 km . Segera setelah penemuan itu diumumkan, artikel mulai muncul di Internet yang mengklaim komet itu berbahaya bagi Bumi. Orang-orang mulai membuat hubungan antara Elenin dan peristiwa kiamat.

Pada awalnya memperkirakan bahwa komet akan lewat dalam .24 Au (Astronomical Unit) dari Bumi,ini posisi yang cukup dekat.

Jaraknya lebih dekat daripada komet Hale-Bopp tahun 1997, yang mendapat perhatian lebih media.

Berita ini mencapai audiens yang lebih besar setelah itu mengungkapkan bahwa ketika menggunakan sistem JPL Horizons dengan busur orbital yang diamati dari 235 hari, komet menunjukkan periode orbit sekitar 11.800 tahun. Dalam sejarah Bumi, 12.000 tahun yang lalu adalah waktu perpindahan antara zaman Pleistosen dan zaman Geologi Holosen.


8. Kemiripan Komet Elenin dengan Filem Deep Impact

Salah satu alasan Komet Elenin telah menerima begitu banyak perhatian adalah bahwa komet ini memiliki kemiripan dengan Dampak film Deep Impact (1998).

Sebagai permulaan, dalam film, komet ditemukan oleh seorang anak remaja bernama Leo dan disebut sebagai Elle (tingkat kepunahan ).Pada kenyataannya,komet ditemukan oleh seorang astronom muda Rusia, Leonid Elenin, yang lahir pada tahun 1981 . Adalah suatu kebetulan bahwa seorang pria bernama Elenin menemukan komet dekat-bumi.

Setelah penemuan itu diumumkan, artikel mulai muncul di internet dengan akronim untuk ELENIN, termasuk peristiwa kepunahan, dampak dekat atau kepunahan tingkat sembilan (menunjukkan 9 dari 10 pada skala bahaya atau akhir dari gelombang kesembilan dari kalender Maya).

Beberapa mengatakan 11/9, seperti pada tanggal 9 November ketika ekor puing Elenin diperkirakan paling dekat ke Bumi. Dalam Deep Impact, presiden AS berkulit hitam memutuskan untuk mengirim misi untuk meledakkan komet dengan senjata nuklir.Misi ini berhasil dan komet dipisahkan menjadi beberapa bagian. Namun, sepotong komet masih menghantam Bumi.

Setelah komet menghantam, Presiden menyatakan darurat militer, dan mengungkapkan bahwa pemerintah telah membangun tempat penampungan bawah tanah. Di akhir film, kepunahan manusia terhindar setelah komet yang lebih besar diledakkan.


7. Prediksi Ramalan Kehancuran Bumi

Sejak Komet Elenin ditemukan, NASA bersikeras pada fakta bahwa komet tidak akan cukup dekat untuk menyerang atau membahayakan Bumi dengan cara apapun.Orang-orang menanggapi dengan menggunakan koleksi skenario hipotetis untuk bencana.

Misalnya, jika Elenin akan menabrak sebuah asteroid saat melewati Sabuk Asteroid Utama,pecahan komet / asteroid bisa saja terlempar dari lintasan dan diperkirakan akan emndorong ke arah Bumi. Orang-orang mulai takut efek dari kehadiran komet.

Pada bulan Agustus, 2011, Ekor Elenin yang melebihi 200.000 km. Diperkirakan bahwa pada tanggal 6 November 2011, Bumi akan melewati ekor puing-puing komet.

Orang-orang mulai membuat sambungan antara komet dan keselarasan dengan bumi, matahari, dan bulan.

Beberapa merasa bahwa tarikan gravitasi Elenin disebabkan koleksi gempa bumi dan peristiwa geologi.

Cerita ini mencapai tingkat baru popularitas setelah gempa bumi 11 Maret Tohoku dan tsunami karena beberapa situs telah menyatakan tanggal 15 Maret 2011 sebagai event keselarasan.

Komet Elenin diperkirakan paling dekat ke Bumi pada 16 Oktober 2011 dan ekor tiba pada awal November.


6. Ramalan Kuno Tentang Bintang Biru

Pada awal Agustus tahun 2011, NASA memutuskan untuk mendapatkan gambaran dari komet Elenin, sehingga mereka memutar pesawat ruang angkasa STEREO-B dan memfoto komet ini. Dalam gambar, komet tampaknya menjadi biru.Warnanya telah menyebabkan orang untuk membuat perbandingan antara objek dengan ramalan bangsa indian kuno Hopi tentang bintang biru.

Legenda Ramalan Menyatakan, "Ketika Bintang biru Kachina muncul di langit, Dunia Kelima akan muncul." Suku Maya juga memiliki cerita dari sebuah bintang biru berbahaya.

Warna Elenin telah menyebabkan Richard Hoagland C untuk menyarankan itu adalah Hopi Blue Star, klaim yang telah melahirkan sejumlah artikel.

Seorang pria bernama Carl Johan Calleman, yang adalah seorang ahli toksikologi Swedia yang mengkhususkan diri dalam sejarah Maya, juga mengklaim bahwa Comet Elenin adalah bintang biru yang pernah muncul dalam sejarah kuno. Calleman memegang interpretasi yang berbeda dari Kalender Maya bersama-sama.

Dia mengatakan bahwa kalender menunjuk tanggal 28 Oktober 2011 (tidak 21 Desember 2012) sebagai yang paling penting, hari ketika orang akan mengalami transformasi lambat kesadaran dan mencapai persatuan yang lebih tinggi.

Sebelum penemuan Elenin, Calleman mengidentifikasikan pada saat komet melewati bumi (akhir Oktober, 2011) sebagai waktu kritis.


5. 45P/Honda-Mrkos-Pajdušáková

45P/Honda-Mrkos-Pajdušáková adalah sebuah komet periode pendek ditemukan pada 1948.

Komet ini memiliki orbit elips dalam 5,26 tahun dan inti diperkirakan berdiameter 0,5-1,6 kilometer .

Pada tanggal 15 Agustus 2011, Honda melakukan pendekatan dekat hanya 0,0600 AU (8.980.000 km) ke Bumi. Pada tanggal 19 Agustus hari yang sama Komet Elenin dihancurkan oleh sebuah coronal mass ejection, Honda dipelajari oleh Jaringan Antariksa Goldstone Deep. Jaringan terdeteksi gema dari inti Honda dan menjadi hanya komet kelima belas dalam sejarah yang dideteksi oleh radar.

Setelah penemuan Komet Elenin dipublikasikan, orang mulai memeriksa lintasan komet dalam hubungannya dengan komet Honda.

Ternyata bahwa dua benda akan datang relatif dekat dengan bertabrakan pada tangga l 28/29 tahun 2011.

Untuk alasan ini, orang mulai takut pada tanggal ini yang memprediksi akan terjadi gempa bumi dan bencana akhir bulan September.

Artikel ditulis bahwa hipotesis pergeseran jalur Elenin yang bisa mendorong ke Honda.255P/Levy merupakan komet yang disebut dengan Elenin. Levy datang dalam 0,2359 AU (35.290.000 km) dari Bumi pada tanggal 26 Januari 2012.



4. 2005 YU55

Meteor akan dihasilkan ketika puing-puing angkasa masuk dan terbakar di atmosfer bumi. Beberapa astronom telah melaporkan bahwa kawanan meteor berhubungan erat dengan orbit komet yang dikenal.

Hujan meteor tidak mengancam Bumi karena ekor komet biasanya tidak membawa benda besar.

Pada tanggal 28 Desember 2005, sebuah asteroid yang berpotensi berbahaya ditemukan oleh Robert S. McMillan dan bernama 2005 YU55. BEnda Ini berdiameter 400 m dan pernah menyebabkan kekhawatiran NASA.

Pada tanggal 8 November 2011, YU55 melintasi bumi pada jarak bulan (324.900 kilometer). Ini adalah jarak bumi terdekat dengan asteroid besar sejak tahun 1976.

BEnda lain yang seukuran tidak diprediksi untuk mendekat ke Bumi ini hingga 2028.

Setelah Comet Elenin mulai mendapatkan perhatian, orang mulai menghubungkannya dengan 2005 YU55 karena tanggal November 9, 2011 (11/9/11). Pada tanggal ini, ekor Elenin diperkirakan paling dekat ke bumi, bersama dengan posisi 2005 YU55 yang juga dekat.

Hal ini menyebabkan beberapa orang untuk berspekulasi bahwa tabrakan antara dua objek itu mungkin terjadi.


3. Signifikasi Umum

Setelah Komet Elenin ditemukan, banyak orang berharap berita ini untuk disebutkan dalam arus utama media AS, tapi tidak. Hal ini menyebabkan beberapa untuk mencurigai bahwa NASA menyimpan rahasia.

Makna umum dari komet Elenin itu besar. Di Amerika Serikat, NASA memiliki mandat kongres ke katalog semua benda dekat Bumi yang setidaknya memiliki lebar 1 kilometer . Dampak dari suatu objek akan menjadi bencana besar ke Bumi. Studi menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Cina adalah daerah yang paling rentan terhadap serangan meteor. Aturan umum adalah bahwa Neos memiliki jarak Apsis kurang dari 1,3 AU. Pada Mei 2012, Neos 8971 telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, hanya 91 komet dan 8.880 Asteroid mendekati bumi.

Hal ini membuat penemuan Komet Elenin langka. Lebih langka adalah bagaimana sisa-sisa komet tiba di Bumi pada 16 Oktober 2011. Ini melewati pada jarak 0,2338 AU, yang sangat dekat dibandingkan dengan komet lainnya .

Sejumlah asteroid yang lebih kecil telah melakukan pendekatan lebih dekat. Salah satu pentingnya adalah asteroid 2010 AL30, yang melintasi bumi pada 13 Januari 2010 di jarak 122.000 km .

AL30 hanya berdiameter 10-15 m, tetapi jika asteroid telah memasuki atmosfer bumi, akan menciptakan ledakan di udara setara dengan 50 - 100 kT (kiloton TNT). (Bom atom di Hiroshima "Little Boy" memiliki daya ledak 13-18 kT). Ini menunjukkan betapa pentingnya untuk mengawasi komet dari berbagai ukuran yang mendekati atmosfer bumi.


2. Kehancuran Komet Elenin

Pada bulan Agustus, 2011, visibilitas Comet Elenin sekitar 8.3.Komet itu menyusul prediksi NASA sampai 19 Agustus, 2011 ketika dihancurkan oleh sebuah coronal mass ejection (CME). coronal mass ejection (CME) adalah hembusan dari ledakan besar matahari. Pada kesempatan tersebut, Comet Elenin hancur dan pecah.

Menurut pejabat NASA, kejadian ini sangat langka dan hanya 2% dari komet baru yang mendekati matahari dihancurkan dengan cara ini. Pada pertengahan Oktober 2011, Komet Elenin dalam posisi terdekatnya dengan Bumi, tapi saat itu komet sudah menjadi kerikil dan debu. Objek tidak terlihat bahkan oleh teleskop darat.


Dengan semua kontroversi seputar Elenin, kehancuran yang tidak biasa dari komet telah menyebabkan citra abadi.

Pada minggu sebelum coronal mass ejection, artikel yang diposting online yang disarankan Badan Antariksa Eropa punya rencana untuk menghancurkan sebuah asteroid menuju Bumi.

Secara khusus, website Daily Mail memposting sebuah artikel berjudul Fakta mengikuti fiksi? Para ilmuwan berencana melakukan misi meledakkan asteroid yang meluncur menuju Bumi.Artikel ini terakhir diperbaharui pada tanggal 18 Agustus 2011, sehari sebelum Elenin hancur. Ini dibahas dalam Don Quijote space probe .Probe dapat digunakan untuk mempelajari efek dari pesawat ruang angkasa yang menabrak asteroid.


1. Sikap NASA

NASA telah merilis koleksi laporan tentang Komet Elenin. Dalam setiap kasus, organisasi tersebut telah meremehkan pentingnya objek dan dampak potensial terhadap bumi.

Setelah komet itu hancur , Don Yeomans NASA mengatakan: "Saya tidak bisa mulai menebak mengapa komet kecil menjadi sensasi besar.

Kenyataan ilmiah pengaruh ini dirtball sederhana berukuran es itu pada planet kita begitu sangat sangat kecil bahwa mobil subkompak saya memberikan pengaruh gravitasi yang lebih besar di bumi dari komet akan pernah. "

Yeomans menjelaskan bagaimana kehancuran komet ini jarang terjadi, tetapi mungkin: "komet yang rapuh dan longgar seperti bola debu, sehingga tidak perlu banyak untuk mendapatkan sebuah komet hancur, dan dengan komet, begitu mereka hancur, tidak ada harapan rekonsiliasi "Sikap NASA adalah bahwa mereka tidak ingin berbicara tentang Elenin karena tidak layak disebutkan dibandingkan dengan masalah lain.. "
readmore »»  

Perancang Lambang Republik Indonesia

http://jasadh.files.wordpress.com/2009/11/garuda-pancasila.jpg?w=272&h=297
SEPANJANG orang Indonesia, siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.

Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.
Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.
Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda. Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.**
Sultan Hamid II Pencipta Burung Garuda
Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak, Kalbar ini adalah pencipta Burung Garuda. Sultan Hamid juga orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer.
Pontianak: Nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie memang kurang dikenal di Tanah Air. Padahal, tokoh nasional dari Pontianak, Kalimantan Barat ini adalah pencipta lambang negara Indonesia, Burung Garuda.
Selain pencipta lambang negara, Syarif yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak ini juga adalah orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer, yaitu mayor jendral.
Sultan Hamid membuat lambang negara berdasarkan penugasan Presiden Sukarno pada 1950. Saat itu dia menjabat menteri tanpa porto folio. Rekannya, Muhammad Yamin sebenarnya juga membuat rancangan lambang negara, Namun, Sukarno akhirnya memilih rancangan Sultan Hamid. Setelah disempurnakan, gambar Burung Garuda diresmikan Sukarno sebagai lambang negara pada 10 Februari 1950.
Salinan sketsa Burung Garuda yang tersimpan di Keraton Kadriah, Pontianak ini menunjukkan proses pembuatan lambang negara sangat rumit hingga harus diubah berkali-kali.
readmore »»  

Taman Wisata dunia ada di Indonesia

Di Indonesia kamu bisa menikmati banyak pemandangan mulai dari gurun pasir sahara, bunga Sakura, padang Afrika sampai pemandangan alam khas Eropa. Kamu tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati semua itu karena semuanya ada di Indonesia. Kali ini indonesiatop.blogspot.com akan menulis beberapa tempat wisata di Indonesia yang tidak kalah indah dengan wisata terkenal di dunia.
Berikut tempat wisata yang kami coba bandingkan dengan beberapa tempat wisata di dunia:


Raja Ampat Papua dan Phi Phi Island, Thailand

Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat. Pemandangan Raja Ampat Papua mirip dengan Phi Phi Island yang ada di Thailand bahkan lebih indah dari Phi Phi Island yang menjadi lokasi film The Beach yang dibintangi Leonardo Di Caprio tersebut. Di Raja Ampat Papua kita bisa melihat Pulau-pulau yang berbukit-bukit hijau dengan air laut yang jernih.

Air terjun Moramo dengan air terjun Niagara

Moramo adalah air terjun indah bertingkat tujuh yang terletak di kabupaten Konawe Timur, Sulawesi Tenggara. Air terjun ini meskipun tidak sebesar Niagara, tapi keindahannya tidak kalah dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada itu. Dengan air terjun Moramo yang lebih kecil dari Niagara, kita bisa menikmati air terjun Moramo lebih dekat dan bisa mandi di air terjun tersebut sedangkan hal ini tidak bisa dilakukan di Niagara yang airnya sangat deras.

Green Canyon Ciamis dengan Grand Canyon Amerika Serikat

Green Canyon atau Cukang Taneuh terletak di desa Cijulang Ciamis Jawa Barat dekat dengan Pangandaran. Di Green Canyon kita bisa melihat sungai dengan air berwarna hijau tosca yang diapit dengan bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Di tempat itu kamu juga akan melihat sungai yang menembus gua dengan keindahan batu-batu stalaktit dan stalakmitnya. Alam sungai Cijulang yang dianggap mirip dengan ngarai-ngarai eksotik di Grand Canyon Colorado, Amerika Serikat itu membuat daerah tersebut dikenal dengan nama ”Green Canyon”. Walaupun Green Canyon tidak sebesar Grand Canyon Amerika Serikat, Green Canyon Cijulang ini lebih hijau dibandingkan Grand Canyon di Amerika Serikat yang gersang.

Carstensz Pyramid dengan Mount Everest

Carstensz Pyramid dan Mount Everest merupakan bagian dari Seven Summit di tujuh benua dunia. Carstensz Pyramid terletak di propinsi Papua. Kalau Mount Everest merupakan puncak tertinggi di dunia, Carstensz Pyramid merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Kedua puncak gunung tersebut sama-sama diselubungi oleh salju abadi. Puncak Mount Everest terletak di negara Nepal dengan tinggi 8,850 meter sedangkan Cartenz Pyramyd, Puncak Salju di daerah Tropis Indonesia memiliki tinggi 4.884 meter.

Taman Nasional Baluran dengan padang savannah Afrika

Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai Afrika-nya Jawa. Disini kamu bisa melihat miniatur Savanna Afrika dengan savana yang terbentang luas dan banyak satwa liar yang berkeliaran mirip di Afrika. Kamu bisa melihat sekelompok rusa dan banteng diantara rerumputan. Disini juga terdapat monyet dan berbagai jenis burung. Pemandangan Gunung Baluran yang mirip Kilimanjaro beserta hamparan savana dan rumput yang mengering berwarna keemasan menambah kesan bahwa daerah ini memang benar mirip Afrika.

Taman Nasional Wasur dengan alam Australia

Taman nasional Wasur terletak di Merauke, Papua. Taman nasional Wasur, memiliki habitat dan satwa mirip Australia, yaitu hutan savanah dengan berbagai jenis kanguru. Di dalam kawasan TN ini terdapat berbagai jenis fauna dan flora diantaranya adalah Burung Kasuari, Cenderawasih, dan Kanguru yang berukuran lebih kecil dibanding kangguru Australia. Di TN ini juga memiliki jenis rawa yang mirip dengan bagian utara Australia.

Gumug Pasir Parangkusumo dengan gurun Sahara

Gumug Pasir Parangkusumo terletak di Yogyakarta. Gumuk pasir merupakan gundukan-gundukan yang berisi material pasir di sepanjang Pantai Parangtritis-Parangkusumo sampai muara Sungai Opak. Hal ini merupakan fenomenal unik karena hanya satu-satunya di Asia Tenggara kita bisa melihat padang pasir seperti padang pasir sahara. Walaupun gundukan pasir ini tidak seluas Sahara tapi membuat seolah-olah kita berada di Gurun Sahara. Kadang-kadang Gumug Pasir Parangkusumo ini disebut juga sebagai Sahara in Java.

Hutan Kalimantan dengan hutan Amazon

Hutan di Kalimantan berada di Pulau Kalimantan. Hutan Kalimantan memiliki hutan hujan tropis dengan beberapa flora dan fauna yang mirip dengan hutan Amazon. Contohnya adalah Pesut, ular anaconda dan beberapa hewan yang merupakan satwa langka yang hanya ada di Kalimantan dan Amazon. Kehidupan alam dan hutan di Amazon tak jauh beda dengan hutan Kalimantan. Lembab, becek, berawa serta terdapat beberapa danau-danau kecil yang kaya akan kehidupan khas lahan basah. Di Kalimantan juga ditemukan jenis tumbuhan yang sama dengan tumbuhan endemik yang ada di Amazon. Sungai-sungai di Kalimantan yang mirip dengan sungai Amazon menambah kemiripan antara Kalimantan dan hutan Amazon.

Pantai Kuta Bali dengan Pantai Waikiki Hawaii

Bali banyak menyimpan pesona alam yang eksotis. Keindahan pantainya banyak disejajarkan dengan keindahan pantai di Pulau Hawaii. Contohnya adalah pantai Kuta hampir mirip dengan Waikiki terutama pantainya yang ramai dengan pasir putih dan pohon kelapa yang tumbuh di pantai. Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di kabupaten Badung sebelah selatan Denpasar, Bali. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai Sunset Beach atau pantai matahari terbenam sebagai lawan dari pantai Sanur.

Taman Sakura Cibodas dengan Sakura Jepang

Tak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang untuk menikmati keindahan Sakura. Di Kebun Raya Cibodas, kita bisa melihat pohon Sakura yang sudah ditanam sejak tahun 1953 yang akan berbunga pada sekitar bulan Januari-Februari atau Februari-Maret. Di Kebun Raya Cibodas telah ditanam ratusan pohon Sakura dengan 7 jenis tanaman Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp., Prunus arborea, dan Prunus costata. Sekarang kita bisa menikmati `hanami`(tradisi melihat bunga) tanpa harus pergi ke Jepang dengan melihat mekarnya bunga Sakura di Cibodas.

Ranu Kumbolo dengan hutan pinus Eropa

Ranu Kumbolo terletak di Jawa Timur, sebuah danau di pegunungan Semeru dengan ketinggian 2500 meter di atas permukaan air laut. Tak jauh dari Ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Ketika suhu berada di bawah 0°c , kadang-kadang terjadi hujan salju kecil. Jika suhu sangat dingin pinggir-pinggir danau ranukumbolo bisa membeku, dan juga terlihat rumput-rumput yang memutih seperti salju karena embun yang membeku di rerumputan yang membuat suasana seperti di Eropa. Perhatikan foto Ranu Kumbolo yang sekilas mirip dengan foto Seefeld Lake, Austria di Eropa.

Way kambas dengan Hutan India

Way Kambas Sumatera memiliki satwa yang mirip dengan satwa yang ada di hutan India seperti gajah, harimau, Badak dan beberapa hewan lain. Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terletak di propinsi Lampung. Way Kambas terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera. Di Way Kambas ada wisata naik gajah sehingga kita bisa merasakan sensasi seperti raja-raja India yang konon bepergian dengan menunggang gajah.
readmore »»